Merpati tak pernah inkar janji
Alkisah, pada suatu hari Raja Merpati amat membutuhkan pertolongan Raja Kelinci untuk menyembuhkan anaknya yang sekarat. Tapi, Raja Kelinci masih ingat dengan perbuatan kawanan merpati yang menerkam anaknya beberapa bulan yang lalu. Ia sebenarnya enggan menolong Raja Merpati. Namun, sekawanan pasukan merpati sudah siap mengawal Raja Merpati. Karena itu ia mengajukan syarat yang berat dipenuhi Raja Merpati. Apakah Raja Merpati bersedia menuruti permintaan Raja Kelinci? "Apa dia memintaku untuk memakan rumput dan biji-bijian?" Raja Merpati bertanya dalam hati.
Sulit rasanya memenuhi permintaan itu. Tapi, Raja Merpati teringat anaknya yang sedang sekarat.
"Uukh.. akkh.. tolong, tolong, tolong, tolooong..," Pangeran Merpati mengerang kesakitan.
"Ada apa anakku?" tanya Raja Merpati.
"Uukh.. akkh.. tolong ayah.. a.. aa.. aaa.. aaku..," jawab Pangeran Merpati lemah.
"Anakkuuuuuuuuuuu....," sahut Raja Merpati.
"Bagaimana? Apa kau sanggup memenuhi permintaanku, Raja Merpati? Apa kau dan rakyatmu sanggup untuk memakan rumput atau biji-bijian dan tidak lagi memakan daging? Tak ada pilihan lain, atau anakmu akan mati," Raja Kelinci bertanya.
Wah, ini keputusan berat yang harus raja Merpati ambil.
"Baiklah. aku sanggup. Aku dan anak buah serta keturunanku tak akan memakanmu dan teman-temanmu. Aku akan memakan biji-bijian seperti katamu," jawab Raja Merpati.
Wah, ada apa nih. Mengapa jadi gelap begini? Mengapa jadi banyak kilat? Kesanggupan Raja Merpati itu didengar dan disaksikan oleh alam semesta, Naomi. Tampak tiba-tiba kilat menyambar-nyambar, mendung tampak hitam, dan hujan deras segera turun.
"Baiklah akan kuucapkan mantera penyembuh untuk anakmu," kata Raja Kelinci.
Raja Kelinci mengambil tongkat penyembuhnya, lalu memukulnya ke bumi tiga kali.
"Sova Kasa Koso, Sovi Kuso Kuse, Sova Kasa Koso, Hiduplah kembali, Berikan kembali, Kembalikan kembali semua kekuatan pada Pangeran Merpati," sahut Raja Kelinci mengucap mantera.
Terjadilah keajaiban. Burung itu seketika sehat. Burung itu seketika sehat. Setelah mengucap terima kasih kepada Raja Kelinci, Raja Merpati beserta anak buahnya meninggalkan tempat. Sesampainya di sarangnya, segeralah Raja Merpati memerintahkan semua merpati untuk berkumpul, lalu di hadapan para merpati itu, Raja memerintah.
"Hai para merpati, mulai saat ini kita akan meninggalkan tempat ini, kita akan berkumpul dengan kelinci, ayam dan hewan yang lain dengan damai. Mari kita ubah kebiasaan makan kita dari daging menjadi biji-bijian, agar kita menjadi binatang yang lemah lembut dan tidak suka bertindak semena-mena," kata Raja Merpati.
Mulai saat itu burung merpati bisa hidup berdampingan dengan ayam, bebek, kelinci serta hewan ternak lainnya. Sifat-sifat mereka juga berubah. Merpati tampak lebih lemah lembut dan suka menolong seperti sekarang.
Sulit rasanya memenuhi permintaan itu. Tapi, Raja Merpati teringat anaknya yang sedang sekarat.
"Uukh.. akkh.. tolong, tolong, tolong, tolooong..," Pangeran Merpati mengerang kesakitan.
"Ada apa anakku?" tanya Raja Merpati.
"Uukh.. akkh.. tolong ayah.. a.. aa.. aaa.. aaku..," jawab Pangeran Merpati lemah.
"Anakkuuuuuuuuuuu....," sahut Raja Merpati.
"Bagaimana? Apa kau sanggup memenuhi permintaanku, Raja Merpati? Apa kau dan rakyatmu sanggup untuk memakan rumput atau biji-bijian dan tidak lagi memakan daging? Tak ada pilihan lain, atau anakmu akan mati," Raja Kelinci bertanya.
Wah, ini keputusan berat yang harus raja Merpati ambil.
"Baiklah. aku sanggup. Aku dan anak buah serta keturunanku tak akan memakanmu dan teman-temanmu. Aku akan memakan biji-bijian seperti katamu," jawab Raja Merpati.
Wah, ada apa nih. Mengapa jadi gelap begini? Mengapa jadi banyak kilat? Kesanggupan Raja Merpati itu didengar dan disaksikan oleh alam semesta, Naomi. Tampak tiba-tiba kilat menyambar-nyambar, mendung tampak hitam, dan hujan deras segera turun.
"Baiklah akan kuucapkan mantera penyembuh untuk anakmu," kata Raja Kelinci.
Raja Kelinci mengambil tongkat penyembuhnya, lalu memukulnya ke bumi tiga kali.
"Sova Kasa Koso, Sovi Kuso Kuse, Sova Kasa Koso, Hiduplah kembali, Berikan kembali, Kembalikan kembali semua kekuatan pada Pangeran Merpati," sahut Raja Kelinci mengucap mantera.
Terjadilah keajaiban. Burung itu seketika sehat. Burung itu seketika sehat. Setelah mengucap terima kasih kepada Raja Kelinci, Raja Merpati beserta anak buahnya meninggalkan tempat. Sesampainya di sarangnya, segeralah Raja Merpati memerintahkan semua merpati untuk berkumpul, lalu di hadapan para merpati itu, Raja memerintah.
"Hai para merpati, mulai saat ini kita akan meninggalkan tempat ini, kita akan berkumpul dengan kelinci, ayam dan hewan yang lain dengan damai. Mari kita ubah kebiasaan makan kita dari daging menjadi biji-bijian, agar kita menjadi binatang yang lemah lembut dan tidak suka bertindak semena-mena," kata Raja Merpati.
Mulai saat itu burung merpati bisa hidup berdampingan dengan ayam, bebek, kelinci serta hewan ternak lainnya. Sifat-sifat mereka juga berubah. Merpati tampak lebih lemah lembut dan suka menolong seperti sekarang.

2 Comments:
aaah masak siiih.....
By
jaya_dc, at 9:57 AM
Ceritanya bagussss......
saya pasang linknya di blog saya yaaa..
By
Hermanus Y Lobo, at 10:52 PM
Post a Comment
<< Home