Ate sing smangat

Wednesday, February 01, 2006

Kisah Kodok Rebus

Kodok, makhluk amphibi, yang memiliki kulit tebal dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Jika Kodok ini nyemplung ke air panas, maka spontan ia akan melompat. Selamatlah ia dari maut. Tapi, jika kodok diremdam dalam air suhu kamar, dia akan tahan, lalu dinaikkan suhu air sedikit demi sedikit, kodok pun akan tahan. Hingga Pada suhu tinggi, kodok tetap bertahan dalam air, tapi tentu jika 100 derajat celcius, kodok tetap bertahan dan mati.

kadang aku merasa seperti kodok rebus, Sebenarnya aku mampu melompat, jika dalam kondisi tidak kondusif, atau diberi tantangan yang tajam. Tetapi,sekali waktu mumkin aku tidak sadar, bahwa aku terlalu takut, kadang tidak bisa hidup saat jauh dari dirinya, saat dekat ia begitu berarti bagiku, hingga tak pernah terbayangkan aku untuk berpisah darinya.

aku tak ingin diriku terjerembab seperti itu, aku ingin semua berjalan seperti apa adanya diriku, tapi cinta telah membuat aku seperti kodok rebus. Aku mencintainya, tapi aku tak tahu apakah dia mencintaiku seperti yang ku harapkan atau tidak. Aku belum faham bahasa cintanya. Ku fikir selama ini dia memcintaiku, tapi ternyata dia berkenalan dengan orang lain. Ku fikir selama ini dia menyayangiku sebagai seorang laki-laki dan wanita dewasa, tapi ternyata aku keliru, ya...dia sahabatku, dia sepupuku. Bagaimana kami akan bersatu? Kecuali jika Tuhan berkehendak, semua akan baik-baik saja. Aku masih berharap, ada keajaiban Tuhan untukku, agar aku tidak mati sepeti kodok rebus, aku berharap dapat melakukan lompatan yang membuat hidupku lebih fun, lebih happy, dan tentu lebih realistis.Setiap doa malamku, selalu ku panjatkan, semoga suatu saat nanti, sahabatku, sepupuku, bisa jadi milikku. Kalaupun dia bukan milikku, aku akan tetap menjadi sahabat terbaik baginya dan tentu saja, sepupunya. Tuhan.....tolong aku.Aku yakin, jodoh, maut, rizqi semua sudah diatur oleh MU Tuhan..... Beri aku kebahagiaan dunia dan akhiratku. Hanya padaMU ku serahkan hidup dan matiku. Untuk sepupuku, semoga persahabatan kita terjalin hingga mengantarkan pada SyurgaNYA. Dan, aku masih tetap mencintaimu walau mumkin suatu saat kau bukan milikku. Aku penganut aliran "cinta bukan berarti memiliki". Dan kebahagiaanku adalah melihat orang yang ku cintai bahagia, walau mumkin sebenarnya hatiku mengangis.Huk...huk...huk....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home