Ate sing smangat

Wednesday, December 21, 2005

Tangis dan air mata

Tangis dan air mata
(Rabu malam setelah peristiwa sore tadi di hadapan Bu Nancy)

Saat hatiku gundah dan resah, engkau menemaniku tanpa banyak kata
Engkau hadir disana, memupus gundah dan resahku.
Saat aku bersedih dan sedu hati, engkau menemaniku tanpa enggan.
Engkau hadir di sampingku mengurangi sedih dan senduku.
Saat aku merasakan pedih dan perih,merobek-robek jantungku
Engkau menemuiku tanpa ku pinta, engkau hadir di sisiku menghapus pedih dan perihku

Saat aku sakit dan terluka, engkau menunnguiku dengan tenang
Engkau hadir di relung dadaku,mengobati sakit dan lukaku.
Saat aku marah dan kecewa, engkau mendatangiku tanpa pesan
Engkau hadir di sudut jiwaku, tuntaskan marah dan kecewaku.
Saat aku merasa terengah-engah dan kasihan, engkau bersamaku dalam diam
Engkau hadir dikedalaman nuraniku, menampung segala kasihanku.
Saat aku takut dan berbuat salah, engkau menujuku cepat-cepat
Engkau hadir di ruang hatiku, menjagaku dari penyesalan berkepanjangan, menjagaku untuk tidak tenggelam dalam ketakutan. Bahkan saat aku terharu dan bahagia engkau pun tetap bersamaku.
Engkau ada disini, mewujudkan bahagia dan haruku
Diam-diam engkau merembes di sudut mataku,resapkan resah dan gundahku.

Diam-diam engkau meretas dari kelopakku, tiriskan sedih, pedih dan perihku
Engkau meleleh di pipiku, hanyutkan sakit dan lukaku
Emgkau membasahi wajahku, larutkan marah dan kecewaku
Engkau mengalir ke daguku, larutkan terenyuh dan kasihanku.
TANGIS…….engkau menjadi symbol segala ekspresiku.

2 Comments:

Post a Comment

<< Home